Info & Berita Terbaru

Rencana Tuhan Jauh Lebih Baik
Gue nggak lahir dari keluarga tajir melintir atau akademis. But, instead of blaming fate, gue milih fokus buat cari kekurangan itu sendiri. Menutup tahun ini, gue cuma mau bersyukur atas penyertaan Tuhan selama 10 tahun terakhir 🥹 Dulu, waktu gue berangkat ke Amerika, literally gue nggak punya apa-apa—nggak ada uang, nggak ada koneksi, bahkan rencana pun nggak jelas. Cuma modal nekad asli. Untungnya, gue punya temen kayak @meganwinoto yang nemenin gue di masa-masa awal itu. Tapi, hidup gue jauh dari mulus. Gue pernah ditolak kerja di supermarket, dipecat dari restoran sushi (karena bikin sushi tuh susah banget 🥹), bahkan jadi satu2nya orang Indo yang ditolak semua kampus waktu daftar S1. Dari situ, gue kerja di pabrik bubut, jadi driver delivery makanan, sampai akhirnya bisa keterima di beberapa universitas. Dulu, mimpi aja gue takut, karena keliatannya mustahil banget. Tapi ternyata, jalan Tuhan beda. Dia punya cara dan sense of humor yg bagus 😁. Sekarang, walaupun hidup gue masih jauh dari sempurna—masih rintisan dan sering struggling—gue percaya semua akan baik pada waktunya. Gue bersyukur banget punya keluarga yang suportif dan temen-temen yang nggak peduli masa lalu gue dan selalu support. Gue percaya banget kalau orang bisa berubah! Semua orang punya kesalahan, tapi semua orang juga layak dikasih kesempatan kedua. Dulu, gue datang dari kondisi yang kekurangan informasi. Makanya sekarang, gue pengen bantu orang-orang di Indonesia yang mungkin lagi ada di posisi kayak gue dulu. Dengan sharing konten dan jadi speaker, gue harap gue bisa berguna walaupun cuma sedikit. Karena gue tahu, bantuan kecil bisa bikin dampak yang besar banget. Buat kalian yang lagi ngejar deadline aplikasi S2, good luck! Kalian udah ngelakuin yang terbaik yang manusia bisa lakukan. Setelah ini, just let go and trust the process—mau itu ke Tuhan, alam semesta, atau apapun yang kalian percaya. Kadang, rencana kita nggak sebagus itu. Kalau nggak keterima, percaya aja Tuhan punya rencana yang jauh lebih baik, walaupun mungkin belum kita pahami sekarang. Love you all!❤️
Usia 17 Tahun, Masih SMK, Punya Penghasilan Ratusan Juta Dari Berjualan Sayur
Muhammad Alfa Priandito merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun yang berasal dari SMK Al Hikmah Gubukrubuh, Gunung Kidul, Yogyakarta. Alfa memiliki perjalanan hidup menarik dibandingkan anak seusianya. Ketika masih bersekolah dasar (SD), Alfa telah mulai berjualan makanan ringan dan sayuran. Seiring berjalannya waktu, minat Alfa terhadap dunia bisnis tumbuh. Aktivitasnya berjualan terus Alfa lakukan hingga dirinya menempuh sekolah menengah. Bersekolah di sekolah menengah kejuruan (SMK) di Al Hikmah Gubukrubuh telah memberi peran penting dalam membangun jiwa wirausaha Alfa. Melalui kurikulum yang selaras dengan kondisi di lapangan bisnis, Alfa mendapatkan banyak informasi mengenai bagaimana melihat peluang bisnis, merencanakan usaha, dan mengelola modal. Apa yang didapatkan Alfa di sekolah sangat membantu dirinya dalam memahami cara memulai dan menjalankan bisnisnya. Bukan hanya mendapat ilmu tentang berbisnis, Alfa juga bersekolah di SMK Al Hikmah Gubukrubuh telah memberi insipirasi dirinya dalam membantu petani lokal di daerahnya. Alfa saat ini telah memilih berfokus pada aktivitas penjualan sayuran seperti jamur tiram dan gambas ceme. Selain berjualan, Alfa sat ini juga telah menawarkan solusi bagi peningkatan ekonomi petani dengan cara memitrakan petani dengan calon pembeli. Alfa juga telah membantu petani dengan cara membeli hasil panen mereka dengan harga yang adil. Kisah Alfa Priandito adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda untuk berani berwirausaha dan menghadapi tantangan dalam bisnis dengan semangat dan ketekunan. Simak Kisah lengkap Alfa Priandito dalam di episode "Tandur" yang Berjudul: Usia 17 Tahun, Masih SMK, Punya Penghasilan Ratusan Juta Dari Berjualan Sayur.

Provided & Maintenance By MITRATEK